Langkah Langkah Membuat Karya Tulis Ilmiah Non Penelitian 2020 -Marzep Design

Langkah Langkah Membuat Karya Tulis Ilmiah Non Penelitian 2020

Marzep Design ~ Langkah-Langkah Membuat Karya Tulis Ilmiah Non Penelitian - Pada kesempatan ini saya akan bagikan tips sebagi lengkah langkah dalam pembuatan suatu karya tulis ilmiah non penelitian. Mungkin yang Anda tau karya tulisan ilmiah harus memiliki atau lengkap dengan penelitian tapi Anda juga bisa membuat karya tulis ilmiah tanpa penelitian atau non penelitian.

Cara Membuat Karya Tulis Ilmiah

Lalu Bagaimana Sih Langkah langkah pembuatan karya ilmiah?

Secara spesifik cara membuat karya tulis ilmiah, dan agar karya tulis ilmiah non penelitian memiliki bobot, dalam pembuatannya perlu dilakukan secara serius dan fokus. Berikut adalah langkah-langkah membuat karya tulis non penelitian.

Langkah Langkah Membuat Karya Tulis Ilmiah Non Penelitian

1. Pahami Apa yang akan ditulis

Memahami dalam tulisan yang akan Anda buat itu sangat penting. Tak hanya sekadar memahami judul, tema/topik dan ide tulisan atau mencari referensi saja. Pokonya jangan hanya terpaku pada judul tema/topik dan isi tulisan saja, tapi Anda juga harus dan sangat perlu untuk memahami masalah maka penulis akan sangat sulit untuk mengembangkan gagasan.

Hal yang penting diharus dan diketahui agar sebuah masalah bisa diangkat adalah membuat dulu rumusan masalah. Kemudian dilanjutkan dengan merumuskan tujuan penulisan Anda. Langkah tersebut penting dilakukan agar arah tulisan Anda jelas. Tidak melebar ke mana-mana dan sebaliknya juga agar tulisan tersebut tidak terlalu sempit dalam mengembangkan bahasan. Itu semua bisa tercapai bila rumusan masalah dan tujuan penulisan dibuat secara betul.

2. Membuat Kerangka/Ragangan/Outline

Outline karya tulis adalah daftar yang disusun secara hierarkis atau terstruktur untuk menunjukkan garis besar cakupan dan haluan tulisan yang berupa topik utama (Judul dan BAB) beserta poin-poin  pentingnya (Sub BAB hingga Anak Sub BAB). Langkah ini penting dilakukan agar karya tulis ilmiah non penelitian yang dibuat memiliki haluan (pedoman) yang jelas. Namun, ini bukan berarti sebuah kerangka tulisan di tengah jalan tidak boleh dikembangkan poin-poinnya.

Adanya ragangan tulisan justru akan mempermudah penulis untuk merangkai alur dan mengembangkan tulisan hingga memperinci poin tulisan yang ia buat. Saat berlangsungnya pengeditan, outline tulisan boleh ditambahi atau sebaliknya dikurangi. Dengan adanya struktur tulisan ini menandakan sebuah tulisan dibuat dengan perencanaan matang. Sebab, dasar pembuatan kerangka ini adalah dari tema (judul) dan tujuan tulisan yang sudah ditetapkan. Bukan seperti daftar isi yang disusun setelah semua tulisan telah rampung.

3. Menemukan Latar Belakang yang Ditulis

Sebuah tulisan hadir pasti didahului dengan latar belakang. Dalam konteks penelitian ilmiah tentu yang dimaksud bukan latar belakang personal (pribadi) yang bersifat emosional dan tendensius. Latar belakang yang dimaksud adalah dasar atau pijakan untuk memberikan pengertian pada pembaca mengenai betapa pentingnya tema tulisan yang penulis buat. Untuk itu penulis setidaknya harus memaparkan kondisi ideal. Lalu dilanjutkan dengan menunjukkan kondisi faktual dan aktual yang terjadi saat ini.

Tak hanya itu, setelah mengetahui adanya kesenjangan antara idealitas dengan realitas, penulis boleh memberikan sedikit tawaran solusi. Nah, tawaran ini tentu belum menjadi sebuah kepastian. Hanya sekadar asumsi (semacam hipotesis). Agar tawaran yang diberikan oleh penulis tidak basi karena mengulang-ulang dari tulisan orang lain sebelumnya, penulis harus menunjukkan miniatur atau ringkasan state of the art (orisinalitas) secara deskriptif.

5. Mengolah Susunan Kata yang Baik

Dalam sebuah karya tulis ilmiah tentu dibolehkan untuk melakukan kutipan langsung (tanpa parafrase). Namun itu jumlahnya jauh lebih sedikit dibanding kutipan tidak langsung. Nah, dalam kutipan tidak langsung inilah kemampuan penulis dalam mengolah susunan kata sangat diperlukan. Bagaimana agar sebuah paragraf yang dibuat itu dirangkai secara terstruktur dan sistematis. Serta bagaimana supaya tulisan bisa dibuat sesederhana mungkin, tajam, dan tidak berbelit-belit.

Tak hanya mengolah kata yang didapat di sumber rujukan, penulis juga harus mampu menyajikan analisis, pengembangan gagasan, dan justifikasi (penegasan) posisi atau pilihan penulis sendiri dalam sebuah paragraf. Di sinilah peran seni mengolah kata sangat diperlukan. Namun, yang perlu diperhatikan untuk konteks karya tulis ilmiah gaya penulisan harus tetap mengacu pada kaidah pedoman penulisan karya ilmiah. Penulis tidak boleh menggunakan bahasa yang cenderung menunjukkan subjektifitas dan emosional.

4. Mencari Literatur

Literatur atau dokumen tidak harus berupa buku yang diterbitkan. Bisa berupa jurnal, disertasi, manuskrip, atau karya yang terpercaya dan berkualitas lainnya. Tidak harus dicari di perpustakaan, tapi bisa dicari di dunia maya atau dalam jaringan (daring/online). Pada prinsipnya dalam mencari literatur ini seorang penulis jangan hanya terfokus pada satu sumber rujukan yang sejenis. Penulis harus membuka diri untuk mencari referensi di tempat lain dan dengan metode lain agar sumber rujukan penulis semakin kaya.

Dalam mencari buku atau dokumen lain di perpustakaan penulis harus memahami nomor panggil buku. Hal itu dilakukan agar memudahkan dan meningkatkan efektivitas maupun efisensi penulis dalam mencari buku. Tak hanya itu, setelah mengumpulkan banyak literatur tidak serta merta semua digunakan sebagai rujukan. Penulis harus menyortir dulu mana tulisan yang benar-benar layak untuk dijadikan rujukan dan mana yang hanya sebagai bahan bacaan. Jangan ragu untuk menyingkirkan literatur tertentu bila itu memang tidak dibutuhkan.

6. Menarik kesimpulan Dalam Tulisan Tersebut

Dalam menarik kesimpulan ini penulis harus mengacu pada rumusan masalah dan tujuan pembahasan yang seperti dijelaskan di nomor 1. Tak hanya itu penulis juga harus benar-benar mampu menghubungkan keterkaitan antara rumusan masalah dengan pembahasan yang dilakukan. Di mana dalam pembahasan itu berisi gagasan atau teori dari sumber referensi, analisis penulis, dan justifikasi (ketegasan) posisi penulis berada di sebelah mana dalam sebuah teori. Mendukung, menolak, atau mengembangkannya.

Setelah itu, sangat dianjurkan penulis juga memaparkan saran atau rekomendasi. Baik saran yang berupa teori maupun saran praktis-aplikatif. Hal itu penting agar kebergunaan sebuah tulisan ilmiah non penelitian bisa terlihat. Dengan adanya rekomendasi, sebuah tulisan ilmiah memiliki nilai tawar lebih. Sebab selain hanya memaparkan masalah dan mendalami konsep, penulis juga mampu memberikan tawaran praktis yang dapat diimplementasikan secara konkrit.

7. Melakukan Editing Terhadap Tulisan

Setelah semua tulisan sudah selesai dibuat, penulis jangan langsung merasa puas. Boleh istirahat dulu sejenak tapi jangan sekali-kali berpikir bahwa pekerjaan telah selesai. Di lain waktu penulis harus membaca ulang tulisan yang telah dibuat tersebut. Dapat dipastikan terdapat kesalahan. Baik yang bersifat fatal maupun bersifat remeh temeh seperti salah ketik. Oleh sebab itu, penulis harus memperhatikan tiga hal penting yaitu tata letak (layout), penulisan, dan isi/materi/bahasan.

Editing tata letak meliputi spasi, rata kiri kanan paragraf, page setup (ukuran kertas dan jarak kanan-kiri-atas-bawah), font, nomor halaman, dan lain-lain. Termasuk di dalamnya ialah editing ragangan atau kerangka. Adapun editing penulisan melingkupi kebahasaan, susunan paragraf, salah ketik, sudah sesuai dengan kaidah pedoman karya ilmiah atau belum, dan lain-lain. Terakhir editing materi yang meliputi sudah sesuai dengan kaidah keilmuan secara umum apa belum, pembahasannya sudah utuh dan sistematis atau belum, dan lain-lain.

Demikian tentang Langkah Langkah Membuat Karya Tulis Ilmiah Non Penelitian. Semoga bermanfaat bagi banyak orang. Terima Kasih sudah berkunjung.

Tags

  • contoh karya ilmiah non penelitian
  • contoh karya ilmiah non hasil penelitian
  • contoh artikel non penelitian tentang lingkungan
  • artikel non penelitian bahasa indonesia pdf
  • artikel ilmiah non penelitian tentang olahraga
  • contoh jurnal non penelitian
  • contoh kerangka awal tulisan ilmiah non hasil penelitian
  • contoh artikel non ilmiah

0 Response to "Langkah Langkah Membuat Karya Tulis Ilmiah Non Penelitian 2020"

Post a Comment

Note :
- Di larang pasang link aktif di kolom komentar
- Komentar akan disetujui jika tidak mengandung promosi
- Komentar boleh menggunakan bahasa banjarmasin
- Dilarang komentar yang berisi pornografi
- Jangan harap komentar yang berisi link aktif akan disetujui

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel